TUAN PRESIDEN, IZINKAN AKU CEMBURU

Dua hari ini, status medsos sahabat-sahabat saya penuh dengan pujian dan kenangan baik kepada Muhammad Mursi, presiden Mesir yang dipilih rakyatnya tahun 2012.

Sang pemimpin kembali kepada rahmat Allah dua hari lalu, dan sejak itu orang-orang mukmin tak putus-putus mengenang kebaikan-kebaikannya.

Saya sendiri tidak terlalu mengenal beliau. Sama seperti Anda, saya pun tidak tahu banyak tentang lelaki yang hatinya telah tertanam hafalan Al-Quran sejak usia mudanya ini.

Seorang sahabat mengirimkan rekaman pidatonya di tahun-tahun silam. Dengan bahasa Arab yang fasih, kita bisa merasakan bahwa kalam-kalam Allah mengalir lembut dan menyatu begitu saja dalam ucapan beliau.

Tentu saja hanya para penghafal Al-Quran yang memiliki gaya komunikasi khas seperti ini.

Tetapi di balik ketajaman hafalannya, ada yang lebih mempesona lagi dari presiden yang satu ini. Yaitu bagaimana kaum muslimin menyebut-nyebut amal baiknya pada hari beliau meninggalkan dunia.

Hal ini mirip sekali kejadian pada zaman Rasulullah. Saat itu para sahabat melihat rombongan pengantar jenazah, lalu di antara orang-orang itu memuji sang jenazah. Maka Rasulullah bersabda, “Wajib bagi dia!”

Kemudian datang lagi jenazah kedua, dan orang-orang dalam rombongan yang mengantarnya mencela sang jenazah. Maka Rasul kembali bersabda, “Wajib bagi dia!”

Sahabat bertanya apa maksud ucapan tersebut. Maka Nabi menjawab yang diabadikan dalam hadist riwayat Bukhari,

هَذَا أَثْنَيْتُمْ عَلَيْهِ خَيْرًا، فَوَجَبَتْ لَهُ الجَنَّةُ، وَهَذَا أَثْنَيْتُمْ عَلَيْهِ شَرًّا، فَوَجَبَتْ لَهُ النَّارُ، أَنْتُمْ شُهَدَاءُ اللَّهِ فِي الأَرْضِ

“Jenazah itu yang kalian puji dengan kebaikan wajib baginya surga. Dan jenazah ini yang kalian cela dengan kejelekan wajib baginya neraka. Kalian adalah saksi-saksi Allah di muka bumi.”

Alangkah beruntungnya dirimu wahai tuan presiden. Sungguh aku cemburu dengan banyaknya orang yang menjadi saksi akan kebaikanmu.

Hadist ini hendaklah menjadi pondasi bagi kita semua. Hati-hati jika kita sebagai orang tua, karena anak-anak adalah saksi-saksi Allah di muka bumi. Pada waktunya nanti, mereka akan membuka segala persaksiannya.

Hati-hati jika kita sebagai pemimpin, karena rakyat adalah saksi-saksi Allah di muka bumi.

Alangkah meruginya jika mereka kelak bersaksi tentang kecurangan yang kita lakukan, kezaliman kepada mereka yang tidak berpihak pada kita, serta janji-janji kita sendiri yang selalu kita dustakan.

Meski kita mampu mengendalikan media untuk menutupi kebenaran, tetap saja pada waktunya nanti mereka akan membuka segala persaksiannya.

Selamat jalan tuan presiden. Semoga Allah menggantikan untuk kami pemimpin-pemimpin jujur lebih banyak lagi sepeninggalmu.

Orang yang dikenang dan disebut-sebut kebaikannya, maka wajib baginya syurga… Masya Allah

Sedangkan orang yang dikenang dan disebut-sebut keburukan nya, maka wajib baginya neraka.. 
na’u dzubillah..

Itulah pelajaran dari perjalanan seorang manusia yang pernah hidup di atas bumi ini,

Saya akan dikenang dengan sebutan apa?

Anda akan dikenang sebagai apa?

Orang yang hidup bersama kita yang menjadi saksi segala keburukan dan segala kebaikan kita

Call Now ButtonCHAT WA
error: Content is protected !!